Tips Seputar Agama

Agama

Jika Anda tertarik untuk mengeksplorasi beberapa manfaat potensial dari agama atau tradisi-tradisi spiritual, ada beberapa hal yang kemungkinan dapat membantu Anda, di antaranya :

  • Temukan sebuah komunitas yang terhubung dengan Anda. Dukungan sosial adalah bagian yang penting dari sebuah kesejahteraan, jadi dengan merasakan adanya hubungan dengan orang lain daalam agama yang Anda anut dapat membawa berbagai manfaat.
  • Eksplor berabgai praktik yang sering digunakan oleh agama. Meditasi dan mindfulness (perhatian penuh) telah terbukti memiliki sejumlah manfaat kesehatan.
  • Cari berbagai hal yang menginspirasi Anda. Baik itu membaca buku-buku yang inspiratif, mendengarkan musik yang indah atau menghabiskan waktu dengan menikmati alam, dengan menemukan hal-hal yang dapat memberikan Anda perasaan damai dan inspirasi dapat membantu dalam meningkatkan kejernihan dan kesejahteraan mental Anda.

Orang-orang yang secara teratur menghadiri acara atau layanan keagamaan cenderung memiliki hidup yang lebih lama dan sering kali memiliki kesehatan mental yang lebih baik, pertanyaannya adalah, mengapa?

Kemungkinan orang-orang yang menghadiri acara atau layanan keagamaan secara teratur cenderung memiliki lebih banyak sumber daya sosial dan keuangan daripada yang tidak hadir, atau mungkin dengan menghadiri suatu acara atau layanan keagamaan dapat membantu orang-orang untuk merasa lebih baik.

Potensi Jebakan

Agama

Karena penelitian-penelitian yang ada bersifat observasional (para peneliti mengamati apa yang terjadi di dunia nyata tanpa secara aktif mengontrol salah satu kondisi atau mengacak para partisipan), sehingga tidak dapat dikatakan dengan pasti bahwa kehadiran dalam suatu kegiatan keagamaan benar-benar dapat meningkatkan harapan hidup atau tidak.

Kita hanya dapat menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kehadiran secara religius dengan peningkatan harapan hidup, namun kita belum mengetahui secara pasti alasannya.

Mungkin terdapat sebuah alasan berbeda untuk menjelaskan hasil dari harapan hidup pada penelitian ini, faktanya, pada penelitian-penelitian lainnya, bahwa orang-orang yang rutin dalam menghadiri kegiatan ibadah :

  • Cenderung memiliki jaringan sosial yang lebih besar.
  • Cenderung menjadi orang yang lebih positif.
  • Memiliki kemungkinan lebih besar untuk memiliki keluarga yang utuh.
  • Memiliki resiko yang lebih kecil mengalami penyakit yang melumpuhkan.

Penelitian yang lainnya menyatakan bahwa keterlibatan beragama itu sendiri tidak secara otomatis dapat dianggap dapat meningkatkan kesehatan, orang-orang yang memiliki keyakinan agama juga biasanya memiliki berbagai karakteristik lainnya termasuk latar belakang etnis, budaya dan sosial ekonomi.

Penelitian juga menunjukkan bahwa agama terkadang dapat menjadi sebuah penghalang bagi perawatan kesehatan mental, beberapa tradisi agama menanamkan suatu gagasan bahwa masalah-masalah tersebut adalah suatu bentuk dari kegagalan moral atau spiritual daripada bentuk dari suatu kondisi kesehatan mental.

Berdasar pada perspektif ini, bebagai masalah atau gangguan mental dapat diatasi hanya cukup melalui seuatu kemauan keras atau “perjuangan yang heroik”, oleh karena itu, orang-orang dengan latar belakang seperti itu lebih kecil kemungkinannya mencari bantuan dan dukungan dari seorang profesional ketika mereka mengalami suatu masalah yang berkaitan dengan kesehatan mental.

Referensi

  • What Is Religion?. https://www.verywellmind.com/religion-improves-health-2224007
  • Aldwin CM, Park CL, Jeong Y-J, Nath R. Differing pathways between religiousness, spirituality, and health: A self-regulation perspective. Psychology of Religion and Spirituality. 2014;6(1):9–21. doi:10.1037/a0034416
  • Pew Research Center. The global religious landscape. Published December 18, 2012.
  • Schnall E, Wassertheil-smoller S, Swencionis C, et al. The relationship between religion and cardiovascular outcomes and all-cause mortality in the Women’s Health Initiative Observational Study. Psychol Health. 2010;25(2):249-63.
  • Hall DE. Religious attendence: More cost-effective that Lipitor?. JABFM. 2006;19(2):103-109.
  • Weber SR, Pargament KI. The role of religion and spirituality in mental health. Curr Opin Psychiatry. 2014;27(5):358-63.
  • Wang PS, Berglund PA, Kessler RC. Patterns and correlates of contacting clergy for mental disorders in the United States. Health Serv Res. 2003;38(2):647-673.
  • National Alliance on Mental Illness. Types of mental health professionals. Updated April 2020.
  • Schlundt DG, Franklin MD, Patel K, et al. Religious affiliation, health behaviors and outcomes: Nashville REACH 2010. Am J Health Behav. 2008;32(6):714-724.
  • Ayvaci ER. Religious barriers to mental healthcare. American Journal of Psychiatry. 2016;11(7):11-13.

Pengertian | Jenis | Tujuan | Manfaat | Tips