Demensia

Demensia dapat digambarkan sebagai sekelompok dari berbagai gejala yang mempengaruhi daya ingat, berpikir dan kemampuan sosial yang cukup parah sehingga dapat menganggu kehidupan sehari-hari, demensia bukanlah sebuah penyakit yang spesifik, tetapi beberapa jenis penyakit yang berbeda dapat menyebabkan demensia.

Meskipun demensia pada umumnya melibatkan adanya kehilangan memori atau ingatan, kehilangan memori itu sendiri juga memiliki berbagai penyebab yang berbeda-beda, hanya karena kehilangan ingatan tidak semerta-merta Anda menderita demensia.

Penyakit Alzheimer dalah penyebab paling umum dari demensia progresif pada banyak orang lanjut usia, tetapa terdapat berbagai penyebab yang menyertainya, bergantung dari beberapa penyebabnya, beberapa gejala dari demensia memiliki kemungkinan untuk disembuhkan.

Diagnosis

hasil scan otak

Mendiagnosis demensia dan jenis-jenisnya bisa menjadi suatu hal yang menantang, para penderita demensia akan mengalami gangguan kognitif dan kehilangan kemampuan dalam melakukan fungsi dan aktivitas sehari-hari, seperti minum obat, membayar tagihan dan mengemudi dengan aman.

Untuk dapat mendiagnosis penyebab demensia, dokter harus mengenali pola hilangnya keterampilan dan fungsi serta menentukan apa saja yang masih dapat dilakukan seseorang dengan gejala demensia.

Dokter Anda akan meninjau riwayat kesehatan dan gejala Anda dan melakukan suatu pemeriksaan secara fisik, kemungkinan besar seorang dokter juga akan bertanya kepada seseorang terdekat dengan Anda tentang gejala-gejala yang Anda alami.

Tidak ada satu tes pun yang dapat mendiagnosis demensia, jadi dokter cenderung akan menjalankan sejumlah tes yang dapat membantu menentukan masalahnya.

Tes Kognitif dan Neuropsikologis

Para dokter akan mengevaluasi fugsi berpikir (kognitif) Anda, sejumlah tes akan mengukur dari keterampilan berpikir, seperti memori, orientasi, penalaran, penilaian, keterampilan bahasa dan perhatian.

Evaluasi Neurologis

Para dokter akan mengevaluasi memori, bahasa, persepsi visual, perhatian, pemecahan masalah, gerakan, indra, keseimbangan, refleks dan area-area lainnya.

Pemindaian Otak

CT atau MRI. Pemindaian ini dapat memeriksa bukti adanya stroke, pendarahan, tumor ataupun hidrosefalus.

Pemindaian PET. Dapat menunjukkan pola aktivitas otak dan apakah protein amiloid, sebuah ciri khas dari penyakit Alzheimer, telah terdapat di otak.

Tes Laboratorium

Tes darah sederhana dapat mendeteksi berbagai masalah fisik yang dapat mempengaruhi fungsi otak, seperti kekurangan vitamin B-12 atau kelenjar tiroid yang kuran gaktif, terkadang cairan tulang belakang juga diperiksa untuk mengetahui apakah terdapat infeksi, peradangan atau beberapa tanda dari penyakit-penyakit degeneratif.

Evaluasi Psikiatri

Seorang profesional kesehatan mental dapat menentukan apakah depresi atau suatu kondisi kesehatan mental lainnya juga berkontribusi terhadap gejala-gejala yang Anda rasakan.

Referensi

Pengertian | Gejala | Penyebab | Faktor Resiko | Komplikasi | Pencegahan | Pengobatan