Pranayama, Pengertian, Sejarah Dan Manfaatnya

pranayama

Di update pada

Pranayama adalah sebuah teknik latihan pernapasan untuk membersihkan hambatan fisik dan hambatan emosional dalam tubuh agar membebaskan aliran nafas begitu juga aliran prana.

Dengan latihan pranayama yang teratur dan berkelanjutan akan membuat seluruh tubuh Anda selalu seperti terisi daya yang luar biasa.

Bagaimana kita bergerak, berpikir, bertindak dan terutama bernafas sangat mempengaruhi vitalitas dari prana, energi universal yang mengalir melalui diri kita dan ada di sekitar kita.

Mengapa Nafas Sangat Penting

sejarah pranayama

Nafas sangatlah penting, karena nafas merupakan suatu hal yang pertama dan terakhir kali kita lakukan dalam hidup kita.

Semua manusia di muka bumi bernafas, tanpa nafas tidak akan ada kehidupan.

Stres, ketegangangan dan aktivitas sehari-hari dapat menciptakan hambatan fisik dan energi di dalam tubuh kita, tanpa kita sadari nafas akan menjadi pendek dan bila di biarkan akan menjadi kebiasaan dan merubah pola nafas sehingga membatasi aliran prana di dalam diri.

Ketika kita berlatih untuk membebaskan aliran nafas dengan bantuan latihan pernafasan Pranayama kita juga berlatih untuk membiarkan energi kehidupan mengalir melalui tubuh kita.

Latihan ini memberikan energi ke tubuh, rilek, menyembuhkan dan membiarkan semuanya ada di tempatnya. Secara harfiah latihan ini berusaha meningkatkan dan menyeimbangkan energi kehidupan di dalam sistem yang ada di diri kita.

Manfaat Pranayama

pernapasan hidung

Latihan Pranayama yang teratur dan terus menerus akan membanjiri tubuh Anda dengan energi.

Pada segi fisik kita Pranayama dapat memperkuat kinerja seluruh organ pernapasan kita, saat latihan Pranayama kita akan mengeksplorasi bagian bawah, tengah dan atas nafas kita serta mengatur cara bernafas, menahan nafas dan juga cara mengeluarkan nafas.

Latihan Pranayama yang teratur juga dapat merangasang sistem parasimpatis kita sehingga tubuh akan menjadi tenang dan rileks, melawan reaksi yang berlebihan saat kita berada pada situasi yang penuh tekanan.

Pola pernapasan kita juga sangat erat kaitannya dengan keadaan emosi kita, saat kita marah aliran nafas akan berbeda, bergitu juga saat kita sedang semangat, lelah atau ketika kita gugup.

Namun, sebaliknya juga, kita dapat menenangkan atau menguatkan diri kita sendiri dengan merubah pola bernafas kita, bahkan hanya dengan mengambil waktu sejenak untuk memperhatikan aliran nafas dan menyadarinya secara penuh dapat membantu merubah keaadaan emosi kita.

Sejarah Pranayama

prana

Penjelasan singkat berikut akan memberikan gambaran secara umum tentang sejarah praktik Pranayama, penjelasan berikut bukan dimaksudkan untuk menjelaskan secara utuh hanya untuk tujuan kita mengenal asal muasal dari Pranayama.

Brihadaranyaka Upanishad (Sekitar 700 SM)

Walaupun rujukan untuk istilah prana dapat ditemukan pada awal 3000 SM di dalam Chandogya Upanishad, rujukan ke Pranayama sendiri sebagai praktik pernapasan baru muncul dalam literatur yoga sekitar tahun 700 SM.

Salah satu bukti referensi yang paling awal tercatat tentang Pranayama sebagai praktik yang berhubungan dengan pernapasan dapat di temukan dalam hymn/nyanyian 1.5.23 dari Brihadaranyaka Upanishad., disini dengan jelas Upanishad mengaitkan latihan dan praktik pernafasan dengan pengaturan energi vital dan energi kehidupan.

Tidak ada pedoman tambahan untuk Pranayama pada Upanishad ini, namun ide bahwa pernapasan dapat digunakan untuk mencapai kesehatan yang lebih baik bahkan keabadian adalah tema yang sering ditemui dalam teks dan ajaran yoga setelahnnya.

Bhagavad Gita (Sekitar Abad Ke 5 – Abad 2 SM)

Referensi Pranayama juga dapat ditemukan dalam Bhagavad Gita, Bab 4, Ayat 29, teks ini menyoroti kegunaan dari kesadaran secara penuh saat menarik nafas, mengehembuskan nafas dan menahan nafas yang membuat tubuh seperti dalam posisi trance.

Teks ini juga menunjukkan bahwa latihan rutin Pranayama dapat membuat kita memiliki kendali yang lebih besar terhadap kesadaran kita dengan “membatasi proses makan”.

Maitrayaniya Upanishad (Sekitar abad ke-4 SM)

Maitrayaniya Upanishad merupakan salah satu teks penting dalam sejarah Pranayama karena mengandung referensi paling awal tentang Pranayama sebagai sebuah kompononen dalam sebuah sistem yang lebih besar dan beragam.

Kemungkinan besar Maitrayaniya Upanishad disusun berabad-abad sebelum sutra yoga patanjali, teks ini menyebutkan bahwa yoga adalah sebuah proses dari enam langkah pengendalian yaitu pernapasan (Pranayama), penarikan indera (Pratyahara), konsentrasi (Dharana), meditasi (Dhyana), penalaran (tarka) dan penyatuan (samadhi).

Referensi khusus untuk praktik Pranayama dapat ditemukan pada bab 6 ayat 21, menyatakan bahwa pembebasan bisa di raih dengan menggunakan kombinasi dari praktin menahan nafas dan konsentrasi pada suku kata suci Om untuk mengarahkan prana ke saluran energi pusat dalam tubuh (Sushumna).

Yoga Sutra Patanjali (Sekitar tahun 100 hingga 400 M)

Sebagian besar ahli sepakat bahwa Sutra yoga Patanjali adalah sebuah kompilasi teks dari tradisi yoga sebelumnya, pada masa Patanjali yoga merupakan sebuah sistem untuk terus beradaptasi dan berkembang.

Referensi tentang Pranayama dapat ditemukan pada ayat 2.29 – 2.53 dari sutra ini, walaupun Patanjali tidak terlalu membahasa detail tentang prana, namun ia menjelaskan dengan detail empat aspek pernapasan yang berbeda-beda : tarik nafas, buang nafas dan tahan nafas.

Selain itu Patanjali juga membuat referensi pada Pranayama yang ia klaim melampaui ketiga lainnya.

Patanjali mencatat sejumlah manfaat spesifik dari praktik Pranayama, manfaat-manfaat ini termasuk kesehatan mental dan kemampuan untuk berkonsentrasi yang merupakan syarat untuk latihan yoga yang lebih mendalam.

Patanjali juga menyatakan dalam ayat 2.52 bahwa latihan Pranayama secara teratur dapat mengurangi atau menghilangkan selubung yang menutupi “ilimunasi batin” kita.

Hatha Yoga Pradipika (Sekitar tahun 1500 M)

Meskipun para kaum tradisional melacak akar praktik Yoga Hatha pada Dewa Siwa, banyak para cendekiawan mengaitkan pendirian gerakan Yoga Hatha denga Maha Siddha Goraksha Nath.

Dikenal luas sebagai bapak pendiri Yoga Hatha, Gorakshanath konon hidup diantara abad 10 dan abad 15, banyak teks yang merujuk kepadanya dan murid-muridnya.

Salah satu teks terpenting dari abad pertengahan adalah Hatha Yoga Pradipika, yang ditulis oleh murid dari Goraksha Nath, Swami Svatmarama.

Mengambil dari sistem yang sebelumnya, teks ini menekankan pada pencapaian kesehatan yang baik dan realisasi spiritual melalui kombinasi postur fisik, praktik Pranayama dan meditasi.

Pradipika berbeda dengan beberapa teks awal dalam sejarah Pranayama lainnya, teks ini lebih lengkap merinci dengan jelas instruksi yang dapat digunakan untuk berlatih Pranayama.

Instruksi-instruksi ini termasuk pada referensi spesifik tentang pola pernapasan alternatif pada lubang hidung, peenjelasan tentang bagaimana mempertahankan nafas, pedoman waktu yang tepat dan menguntungkan untuk latihan dan tinjauan umum tentang tanda kemajuan pada Pranayama.

Referensi lebih lanjut untuk teknik Pranayama dapat ditemukan di sejumlah manuskrip tambahan pada abad pertengahan, beberapanya adalah Gheranda Samhita (Akhir abad 17 M) dan Shiva Samhita (Abad 17-18 M).

Pranayama Saat Ini

Sebagian besar praktik Pranayama saat ini memang didasarkan setidak pada bagian-bagian aslinya, namun pada praktik Pranayama kontemporer sering ditemukan sejumlah bentuk variasi tambahan pada dasar pola pernapasan.

Pranayama modern cenderung bertujuan mengintegrasikan pengetahuan modern dengan ajaran yoga yang lebih tradisional dan lebih fokus menjelaskan pada manfaat fisiologis dan psikologis yang terjadi ketika berlatih Pranayama.

Contoh yang paling menonjol dari pendekatan baru dalam Pranayama bisa di temukan dalam buku karya B>K>S Iyengar yang berjudul “Light on Pranayama”, sebuah teks tentang praktik Pranayama modern, buku ini merupakan bacaan wajib bagi siapapun yang tertarik dengan sejarah Pranayama.

Latihan Pranayama Pada Umumnya

teknik pernapasan

Teknik-teknik pada Pranayama memiliki efek yang berbeda-beda seperti manfaat yang berbeda pada tiap pose yoga.

Pada umumnya Pranayama dilakukan dengan posisi duduk tegak seperti pose bersila, posisi pahlawan atau pose teratai, tujuannya agar aliran nafas menjadi halus dan merata dan tidak tegang bahkan saat menahan nafas.

Salah satu bentuk latihan dari pernapasan Pranayama yang bisa kamu ikuti adalah sebagai berikut :

  1. Cari tempat yang nyaman dan duduk bersila.
  2. Tutup lubang hidung sebelah kanan dan ambil nafas secara perlahan melalui lubang hidung sebelah kiri.
  3. Tahan nafas selama beberapa detik, lalu hembuskan nafas secara perlahan melalui lubang hidung sebelah kanan.
  4. Tutup lubang hidung sebelah kiri, dan tarik nafas secara perlahan melalui lubang hidung sebelah kanan.
  5. Tahan nafas selama beberapa detik, lalu hembuskan nafas secara perlahan melalui lubang hidung sebelah kiri.

Ulangi latihan ini minimal 7 kali ulangan, saat sudah terbiasa Anda bisa menambahkan durasi pada latihan ini.

Pranayama sangat berguna bagi kesehatan fisik dan mental kita, tidak ada ruginya mencoba di rumah atau dimanapun dan hanya butuh waktu yang minimal tiap harinya.

Baca Juga Artikel Yoga Lainnya