Sejarah Pranayama

pranayama

Penjelasan singkat berikut akan memberikan gambaran secara umum tentang sejarah praktik Pranayama, penjelasan berikut bukan dimaksudkan untuk menjelaskan secara utuh hanya untuk tujuan kita mengenal asal muasal dari Pranayama.

Brihadaranyaka Upanishad (Sekitar 700 SM)

Walaupun rujukan untuk istilah prana dapat ditemukan pada awal 3000 SM di dalam Chandogya Upanishad, rujukan ke Pranayama sendiri sebagai praktik pernapasan baru muncul dalam literatur yoga sekitar tahun 700 SM.

Salah satu bukti referensi yang paling awal tercatat tentang Pranayama sebagai praktik yang berhubungan dengan pernapasan dapat di temukan dalam hymn/nyanyian 1.5.23 dari Brihadaranyaka Upanishad., disini dengan jelas Upanishad mengaitkan latihan dan praktik pernafasan dengan pengaturan energi vital dan energi kehidupan.

Tidak ada pedoman tambahan untuk Pranayama pada Upanishad ini, namun ide bahwa pernapasan dapat digunakan untuk mencapai kesehatan yang lebih baik bahkan keabadian adalah tema yang sering ditemui dalam teks dan ajaran yoga setelahnnya.

Bhagavad Gita (Sekitar Abad Ke 5 – Abad 2 SM)

Referensi Pranayama juga dapat ditemukan dalam Bhagavad Gita, Bab 4, Ayat 29, teks ini menyoroti kegunaan dari kesadaran secara penuh saat menarik nafas, mengehembuskan nafas dan menahan nafas yang membuat tubuh seperti dalam posisi trance.

Teks ini juga menunjukkan bahwa latihan rutin Pranayama dapat membuat kita memiliki kendali yang lebih besar terhadap kesadaran kita dengan “membatasi proses makan”.

Maitrayaniya Upanishad (Sekitar abad ke-4 SM)

Maitrayaniya Upanishad merupakan salah satu teks penting dalam sejarah Pranayama karena mengandung referensi paling awal tentang Pranayama sebagai sebuah kompononen dalam sebuah sistem yang lebih besar dan beragam.

Kemungkinan besar Maitrayaniya Upanishad disusun berabad-abad sebelum sutra yoga patanjali, teks ini menyebutkan bahwa yoga adalah sebuah proses dari enam langkah pengendalian yaitu pernapasan (Pranayama), penarikan indera (Pratyahara), konsentrasi (Dharana), meditasi (Dhyana), penalaran (tarka) dan penyatuan (samadhi).

Referensi khusus untuk praktik Pranayama dapat ditemukan pada bab 6 ayat 21, menyatakan bahwa pembebasan bisa di raih dengan menggunakan kombinasi dari praktik menahan nafas dan konsentrasi pada suku kata suci Om untuk mengarahkan prana ke saluran energi pusat dalam tubuh (Sushumna).

Yoga Sutra Patanjali (Sekitar tahun 100 hingga 400 M)

Sebagian besar ahli sepakat bahwa Sutra yoga Patanjali adalah sebuah kompilasi teks dari tradisi yoga sebelumnya, pada masa Patanjali yoga merupakan sebuah sistem untuk terus beradaptasi dan berkembang.

Referensi tentang Pranayama dapat ditemukan pada ayat 2.29 – 2.53 dari sutra ini, walaupun Patanjali tidak terlalu membahasa detail tentang prana, namun ia menjelaskan dengan detail empat aspek pernapasan yang berbeda-beda : tarik nafas, buang nafas dan tahan nafas.

Selain itu Patanjali juga membuat referensi pada Pranayama yang ia klaim melampaui ketiga lainnya.

Patanjali mencatat sejumlah manfaat spesifik dari praktik Pranayama, manfaat-manfaat ini termasuk kesehatan mental dan kemampuan untuk berkonsentrasi yang merupakan syarat untuk latihan yoga yang lebih mendalam.

Patanjali juga menyatakan dalam ayat 2.52 bahwa latihan Pranayama secara teratur dapat mengurangi atau menghilangkan selubung yang menutupi “ilimunasi batin” kita.

Hatha Yoga Pradipika (Sekitar tahun 1500 M)

Meskipun para kaum tradisional melacak akar praktik Yoga Hatha pada Dewa Siwa, banyak para cendekiawan mengaitkan pendirian gerakan Yoga Hatha denga Maha Siddha Goraksha Nath.

Dikenal luas sebagai bapak pendiri Yoga Hatha, Gorakshanath konon hidup diantara abad 10 dan abad 15, banyak teks yang merujuk kepadanya dan murid-muridnya.

Salah satu teks terpenting dari abad pertengahan adalah Hatha Yoga Pradipika, yang ditulis oleh murid dari Goraksha Nath, Swami Svatmarama.

Mengambil dari sistem yang sebelumnya, teks ini menekankan pada pencapaian kesehatan yang baik dan realisasi spiritual melalui kombinasi postur fisik, praktik Pranayama dan meditasi.

Pradipika berbeda dengan beberapa teks awal dalam sejarah Pranayama lainnya, teks ini lebih lengkap merinci dengan jelas instruksi yang dapat digunakan untuk berlatih Pranayama.

Instruksi-instruksi ini termasuk pada referensi spesifik tentang pola pernapasan alternatif pada lubang hidung, peenjelasan tentang bagaimana mempertahankan nafas, pedoman waktu yang tepat dan menguntungkan untuk latihan dan tinjauan umum tentang tanda kemajuan pada Pranayama.

Referensi lebih lanjut untuk teknik Pranayama dapat ditemukan di sejumlah manuskrip tambahan pada abad pertengahan, beberapanya adalah Gheranda Samhita (Akhir abad 17 M) dan Shiva Samhita (Abad 17-18 M).

Pranayama Saat Ini

Sebagian besar praktik Pranayama saat ini memang didasarkan setidak pada bagian-bagian aslinya, namun pada praktik Pranayama kontemporer sering ditemukan sejumlah bentuk variasi tambahan pada dasar pola pernapasan.

Pranayama modern cenderung bertujuan mengintegrasikan pengetahuan modern dengan ajaran yoga yang lebih tradisional dan lebih fokus menjelaskan pada manfaat fisiologis dan psikologis yang terjadi ketika berlatih Pranayama.

Contoh yang paling menonjol dari pendekatan baru dalam Pranayama bisa di temukan dalam buku karya B>K>S Iyengar yang berjudul “Light on Pranayama”, sebuah teks tentang praktik Pranayama modern, buku ini merupakan bacaan wajib bagi siapapun yang tertarik dengan sejarah Pranayama.

Referensi

Pengertian | Sejarah | Manfaat | Cara